Yang telah lalu memang telah pergi
Dia menguap melayang entah kemana
Biduk itu kini berlayar ke tengah samudera
Kembali di hempas badai dan topan tuk temukan pelabuhannya
Tapi asa dalam dada tak juakan lekang
Meski asa terkadang sia-sia
Meski ku harap asa kan memutarkan masa
Namun airmata kini telah lenyap dari bayangan usang
Kanvas cinta dalam jiwaku selalu putih
Meski dia tlah pernah tersiramkan tinta hitam
Hingga lukisan cintaku tak bisa terselesaikan
Dan lukisan cinta itu bukanlah lukisan indah dalam nyanyian jiwa
Kini biarkan biduk itu kembali berlayar
Biarkan biduan itu kembali berdendang
Kan kusimpan airmata tuk sambut satu kebahagiaan
Kan kutatap mentari pagi dengan satu senyuman
14 November 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Lay out
0 komentar:
Poskan Komentar