Hai kau wanita di ujung pulau sana
Kusapa kau penuh persahabata
Kucurahkan sgala beban padamu penuh kepercayaan
Kau wanita yag di pucuk pandangan sana
Tanpa sadar perlahan kau taburka debu debu kedustaa
Ya...kedustaan yag berselimut kata kata manis rasa simpatimu
Kau wanita yang tegah menari di sana
Rasa tak percaya pada suguhan yang ada
Namun ini semua nyata...ya...teramat nyata hingga menusuk mata
Kau wanita yang tengah tertawa di atas permadani kepalsuan
Taksadarkah kau bahwa debu debu dusta tegah berpaling padamu
Tak sadarkah kau kata cinta yang terucap tengah berkembang bak benalu dalam udaramu
Kau waita yag peuh dengan topeng kepalsuan
Kutahu kau tengah tertawakan kekalahan ku
Ku tahu kau tegah terlena atas kemenanganmu
Tertawalah...bergembiralah...jika itu kau mau
Menarilah sepuasmu jika itu membahagiakamu
Ku hanya bisa memandangnya dari jauh
Satu keikhlasan pada lukisan cinta yag terkoyak
Satu asa dalam jiwa tuk lanjutkan putara roda jiwa
Satu do'a slalu terucap semoga Kebenaran Tuhan kembali menyapa menguak tabir dusta
Tana Toraja,121108
14 November 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Lay out
0 komentar:
Poskan Komentar