Andaikan Waktu tiada pernah berlalu
Kan terus kudekap perasaan ini
Menjalani hidup merajut hati untuk segera menuju kematian
Impian dan rasa kini lenyap sudah
Bersama waktu yang kian pergi menjauh
Melangkah tanpa arah berbaur kepada asa
Menyambut pagi yg sepi nan gelap
Bersama lenyapnya malam yg pekat
Berdesir sejuk sang bayu memaksa masuk menusuk hatiku
Ah....andaikan sang bayu tahu hatiku....pasti kan tersungging senyuman yang pahit
Menjauh dari reruntuhan daun hijau namun rapuh
Sang Dewa mataharipun kan menatap sendu
Walau ia terus menyinari dengan kehangatan cinta
Pula waktu kian berjalan tiada tentu
Kepahitan dan tangisan kian setia menjamah dan mendekapku
Dan akupun hanya seonggok manusia bodoh yang tiada daya
Hanya senyum yang bisa kuberikan pada kepahitan hidup yang menderaku
Menghajar serta selalu memukul jiwaku
Walau hati enggan jadi yang terkalahkan...
Namun akan kulanjutkan hidupku walau hanya dalam mimpi
14 November 2008
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Lay out
0 komentar:
Poskan Komentar