Dahulu
Salahku begitu cepat membuka hati untuk cinta
Salahku begitu terbuai padahal semua kata ku tahu dusta
Salahku mau menyusuri jalan kereta merajut asa
Salahku tanpa bimbang menempuh jarak dan waktu menemui cinta
Ketika itu
Salahku begitu merdu menyanyikan kejujuran pada seorang wanita
Salahku begitu percaya atas kata persahabatan yang datang
Salahku mau jatuh pada manisya sebuah desisan
Salahku tanpa ragu bercerita tetang sgala duka yang ada
Kini
Salahku jika aku terus terpuruk pada kegagalan cinta
Salahku jika terus berduka atas kemenangan dusta
Salahku jika aku tak mau menatap kedepa menyambut asa
Ya.........
Kini Ku bisa tersenyum bahagia tanpa ada dusta berselimutka kata cinta
Kini kembali kutatap keindahan di depan sana melanjutka lukisan cerita jiwa
Tana Toraja, 131108
14 November 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Lay out
0 komentar:
Poskan Komentar